Upacara Militer Hantarkan Pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata

Upacara Militer Hantarkan Pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata


Upacara Militer Hantarkan Pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata

Posted: 02 Jun 2019 03:17 AM PDT

Upacara Militer Hantarkan Pemakaman Ani Yudhoyono di TMP KalibataJAKARTA, LELEMUKU.COM - Upacara militer menghantarkan pemakaman jenazah Ibu negara keenam, Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Minggu (02/06/2019) pukul 15.00 WIB.

Pemakaman berjalan lancar dan khidmat dan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai inspektur upacara.

Tembakan salvo mengiringi pemakaman jenazah Ani Yudhoyono saat dimasukkan ke dalam liang lahat sementara empat orang perwira tinggi membentangkan bendera merah putih di atas peti jenazah.

Jenazah kemudian dikeluarkan dari peti, dan dimasukkan ke dalam liang. Terdengar sekali tembakan salvo saat pemberian penghormatan.

Dua orang putra Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono menyambut jenazah dari dalam lubang yang telah disiapkan. Saat jenazah dimasukkan, kembali terdengar satu tembakan salvo.

Saat jenazah diturunkan, instrumen lagu 'Gugur Bunga' terdengar mengiringi pemakaman Ani Yudhoyono yang dimakamkan di Blok M 129.

Prosesi pemakaman dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden Jokowi.

"Saya Presiden Republik Indonesia atas nama negara bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhumah," kata Jokowi saat membacakan apel persada di TMP Kalibata.

Ia mengatakan, semoga jalan darma bakti Ani Yudhoyono dapat menjadi suri teladan bagi masyarakat.

Usai Jokowi berpidato. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku perwakilan keluarga mengucapkan salam perpisahan kepada sang ibunda. AHY mengungkapkan sang ibu merupakan sosok wanita tangguh dalam menjalani hidup.

"Karya beliau, seperti lima pilar Indonesia yaitu program Indonesia pintar, Indonesia sehat, Indonesia hijau, Indonesia kreatif dan Indonesia Peduli adalah sebagai sebagian saja dari wujud implementasi gagasan dan hasil kerja keras bagi bangsa dan negara," ujarnya.

AHY mengungkapkan, semasa hidupnya terutama saat menjadi ibu negara dari Presiden ke-6 SBY, Ani berusaha dan berjuang keras melakukan yang terbaik untuk masyarakat dengan nilai-nilai kebaikan, kebajikan, dan kebijaksanaan.

"Ibu Ani mengatakan, ditulisnya dalam buku Kepak Sayap Putri Prajurit tahun 2010 saya kutip, 'setiap dari kita akan berpulang menyatu dengan tanah, saat itu datang, nilai-nilai yang ditinggalkan manusia sepanjang hidupnya lah yang mengharumkan pengistirahatannya yang terakhir. Selamat jalan memo, we love you, and we will forever miss you," tutup AHY.

Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir oleh keluarga besar, para pejabat dan handai tolan.

Jokowi, keluarga SBY, dan seluruh pelayat lalu memberikan penghormatan terakhir selama hampir 1 menit. Upacara kemudian berakhir.

Di ujung upacara, Jokowi menyerahkan bendera merah putih kepada SBY. Jokowi kemudian meninggalkan lokasi upacara.

Sejumlah tokoh hadir di pemakaman ini di antaranya Presiden ketiga BJ Habibie, Istri Presiden Keeempat Sinta Nuriyah, Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, para wakil presiden Try Sutrisno, Boediono dan sejumlah menteri kabinet Jokowi. Ada pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nudin Abdullah hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ani Yudhoyono meninggal dunia karena kanker darah pada Sabtu (01/06/2019) di Singapura. Jenazah Ani kemudian dibawa ke Indonesia dan sempat disemayamkan di Puri Cikeas Bogor, Provinsi Jawa Barat sebelum dibawa ke TMP Kalibata. (Albert Batlayeri)

Joko Widodo dan Iriana Melayat Jenazah Kristiani Herrawati Yudhoyono

Posted: 02 Jun 2019 12:33 AM PDT

Joko Widodo dan Iriana Melayat Jenazah Kristiani Herrawati YudhoyonoJAKARTA, LELEMUKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Sabtu (1/6) malam, melayat ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia di kawasan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Seperti diketahui, Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono), istri dari Susilo Bambang Yudhoyono, berpulang dalam usia 67 tahun di Singapura pada pukul 11.50 waktu setempat.

Tiba di rumah duka pada pukul 22.50 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung masuk ke dalam rumah duka untuk menanti kedatangan jenazah Ibu Ani Yudhoyono dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta yang baru tiba dari Singapura pada pukul 22.00 WIB.

Pukul 23.05 WIB jenazah Ibu Ani Yudhoyono tiba di rumah duka. Tampak SBY didampingi kedua putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) juga tiba dan disambut kerabat yang telah menantinya.

Tak berapa lama, AHY dan EBY turut mengangkat peti jenazah untuk dibawa ke dalam rumah. Di dalam rumah juga tampak Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, SBY menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir di kediamannya.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden beserta
Ibu dan hadirin sekalian yang berkenan hadir di tempat kami ini, di rumah kami ini untuk berbagi rasa duka dengan saya dan keluarga atas kembalinya ke hadirat Allah SWT, istri tersayang Ani Yudhoyono, Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo," ucap SBY.

Usai menyampaikan belasungkawa dan turut menyalatkan jenazah, Presiden dan Ibu Iriana meninggalkan lokasi pada pukul 23.45 WIB untuk kembali ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Setkab)

SBY Kisahkan Detik-Detik Terakhir Perjuangan Ani Yudhoyono

Posted: 01 Jun 2019 11:37 PM PDT

SBY Kisahkan Detik-Detik Terakhir Perjuangan Ani YudhoyonoBOGOR, LELEMUKU.COM - Perjuangan Ani Yudhoyono di detik-detik akhir dikisahkan sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hingga pada akhirnya Ani berpulang, SBY mengaku ikhlas karena tidak ingin istri tercintanya itu menderita lebih lama lagi.

Awalnya SBY menceritakan kondisi Ani pada 31 Mei 2019. Saat itu Ani disebut SBY masih bertahan ketika kesehatannya menurun.

"Wajahnya Ibu Ani mencoba untuk bertahan, up to the limit, sampai batas yang bisa dilakukan manusia, manusia yang kuat dan tangguh. She's trying untuk bertahan. Saya mengerti napasnya, saya mengerti apa yang tersirat di wajahnya," kata SBY dalam sambutannya di pendopo kediamannya di Puri Cikeas, Minggu (02/06/2019).

SBY tersadar bahwa hanya Tuhan yang bisa mengubah keadaan belahan hatinya itu. Namun ketika Ani harus kembali ke pangkuan-Nya, SBY ikhlas.

"Hanya mukjizat hanya kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu yang bisa mengubah keadaan, doa kami, tapi Allah mengambil keputusan yang lain, saya yakini keputusan itu yang terbaik, sebab kalau Ibu Ani masih bisa bertahan dalam kondisi seperti itu dengan semua instrumen, dengan multi organs failure, saya kira akan sangat-sangat berat," kata SBY.

"Saya tidak ingin Ibu Ani suffering too much, yang di luar beban seorang manusia Allah bebaskan, Tuhan cegah itu, terima kasih Tuhan, terima kasih Allah, karena telah membebaskan Ibu Ani dari penderitaan yang tidak sepatutnya dia tanggung," imbuh SBY.

SBY pada Sabtu (01/06/2019) malam juga menceritakan bagaimana dirinya sekitar 4 bulan menemani istrinya dalam perawatan di rumah sakit. Menurut SBY sebenarnya ada banyak keinginan Ani yang hendak diwujudkan jika sembuh dari kanker darah. Namun Allah berkehendak lain.

"Banyak sekali sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Ibu Ani kalau sembuh kalau kembali ke Tanah Air, banyak sekali, yang semuanya tentu untuk kepentingan para sahabatnya, saudara-saudaranya masyarakat Indonesia. Tapi Tuhan menakdirkan yang lain. Karena itu saya dan keluarga insyaallah akan mewujudkan mimpi-mimpi, cita-cita dan rencana Ibu Ani yang belum bisa diwujudkan," ujar SBY.

SBY juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan ucapan belasungkawa atas kepergian istrinya. Dia memohon agar masyarakat ikut mendoakan Ani Yudhoyono tenang di alam kubur dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Ani meninggal dunia di National University Hospital di Singapura pada Sabtu, 1 Juni 2019 setelah berjuang melawan kanker darah selama 4 bulan terakhir. Jenazah Ani kemudian dibawa terbang ke Indonesia untuk dimakamkan. Rencananya jenazah Ani akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Minggu siang ini. (Detik)