Angklung Sunda Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia

Angklung Sunda Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia

BANDUNG, LELEMUKU.COM – Angklung, alat musik tradisional bambu khas masyarakat Sunda, telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2009. Pengakuan ini menjadikan angklung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia dan terus dilestarikan hingga kini.

Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan nada yang khas. Alat musik ini terbuat dari bambu yang disusun menurut tangga nada pentatonik. Angklung modern yang dikenal saat ini dikembangkan oleh Daeng Soetigna, seorang guru yang dikenal sebagai pencipta angklung diatonis.

Pada tanggal 16 November 2022, mesin pencari internet Google menjadikan Angklung sebagai Google Doodle di halaman depan untuk merayakan Hari Angklung Sedunia. Momen ini menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia akan pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur.

Selain angklung, Jawa Barat juga memiliki beragam alat musik tradisional lainnya seperti Degung dan Calung. Degung merupakan gamelan khas Sunda yang pada awalnya berfungsi sebagai sajian musik instrumental, namun kini juga digunakan untuk mengiringi vokal atau sekar. Calung adalah alat musik bambu yang dimainkan dengan cara dipukul dan menjadi cikal bakal angklung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggalakkan pelestarian seni tradisional ini melalui pendidikan, festival budaya, dan pemberdayaan komunitas seni. Generasi muda diharapkan terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Sunda agar tidak tergerus oleh arus modernisasi. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya